25 Februari 2014

Desa di Bogor dengan Desa Rumahku ( Tegalsari-BWI)



    Hari minggu tanggal 16 februari 2014 kami pengurus BEM Faperta departemen Mitra Desa berkunjung ke Desa Purwasari Kec. Dramaga Bogor. Desa Purwasari merupakan desa binaan kami dalam melaksanakan progam kerja BEM faperta setahun ke depan. Ini merupakan pengalaman yang pertama bagi saya dapat turun dan mengenal lebih tentang masyarakat yang ada di bogor , khususnya di daerah pedesaan. Perjalanan dari kampus IPB Dramaga menuju desa Purwasari sekitar 45 menit, kami menempuh perjalanan tersebut menggunakan angkot.
     Bila mendengar kata  desa bayangan pikiranku sama seperti suasana yang ada di desaku sendiri. Suasana yang sepi, tenang, nyaman,  rumah yang jarang dan penuh dengan pohon-pohon yang masih hijau. Selama ini semua desa yang ada disekitar daerahku kondisinya sama seperti apa yang saya sebutkan. Tetapi ternyata kondisi ini berbeda dengan desa yang ada di daerah Bogor, yah maksudnya desa yang saya kunjungi ini. saya disini akan mengutarakan perbedaan maupun persamaan kondisi di Bogor dengan desa di rumahku :

  • ·         Kondisi lingkungan desa dirumahku dengan desa Purwasari sangat berbeda. Rumah-rumah yang ada di desaku masih sedikit, jarak antar rumah pun masih renggang dan kebanyakan setiap rumah mempunyai pekarangan  yang cukup luas. Lain halnya dengan Desa Puwasari, di sini rumah sudah banyak dan jarak antar rumah kebanyakan saling mepet. Sehinggga hanya ssedikit rumah yang mempunyai pekarangan yang luas.

  • ·         Lahan pertanian didesaku masih cukup luas, sehingga mayoritas masyarakatnya berpencaharian sebagai petani. Sementara di desa Purwasari lahan pertanian kelihatan sedikit dan pekerjaan penduduknya beranekaragam , yang punya lahan ada yang bertani dan yang tidak punya lahan sebagian besar bekerta di kota.

  • ·         Desa didaerahku terkesan belum tertata dalam lanskap perumhannya, karena lahan disana masih cukup luas sehingga bebas bagi pemiliknya untuk untuk membangun model kondisi rumah. Sedangkan desa di Purwasari lansakap perumahannya sudah tertata rapi sepertinya sebelumnya tlah ada koordinanasi dalam penataan rumah, pekarangan, jalan maupun saluran irigasi.

  • ·         Kondisi masyrakat desa Purwasari lebih mirip dengan masyrakat yang ada di kota. Intensitas keakraban dengan tetangga lebih kecil dari pada di desakau. Jumlah warganya pun lebih banyak dibandingkan dengan warga di desaku. Meskipun jumlah warga lebih banyak, luas desa Purwasari lebih sempit dengan desa di rumahku.

     Itulah beberapa perbedaan yang saya ketahui  tentang kedua desa tersebut, mungkin masih banyak perbedaan-perbedaan maupun persamaan yang belum saya ketahui. Ini baru awal penjelahan saya di desa sekitar kampus, pastinya akan banyak lagi hal-hal yang mengejutkan serta luar biasa dari perjalanan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar