16 September 2015

Perilaku Konsumen



Moh. Arif Furqon

Departemen Agronomi & Hortikultura (www.agrohort.ipb.ac.id)
Fakultas Pertanian (www.faperta.ipb.ac.id.)
Institut Pertanian Bogor (www.ipb.ac.id)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Science (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)

Dosen :
Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id,sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc

 Text Book : Sumarwan U. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia

CATATAN KULIYAH PERTAMA PERILAKU KONSUMEN

       Nama saya Moh. Arif Furqon mahasiswa Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor angkatan 49. Pada  hari senin tanggal 7 september 2015 pukul 13.00-15.40 WIB saya telah mengikuti mata kuliyah Perilaku Konsumen. Mata kuliyah ini saya ambil sebagi SC (Supporting Course) dalam menunjang perkuliyahan saya di IPB. Saya mengambil mata kuliyah ini karena saya ingin mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana perilaku, sifat para konsumen dan bagaimana cara menghadapi konsumen. Ilmu-ilmu ini tentunya akan sangat berguna jika kelak saya nanti menjadi pengusaha yang hebat. Dosen yang pertama mengajar Perilaku Konsumen adalah ibu Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS, pada perkuliyahan peratama kami dijelaskan kontrak dan tata tertib s perkuliyahan dalam satu semester ke depan serta kuliyah pendahuluan mengenai perilaku konsumen. Pada pertemuan pertama, kami disuruh menyebutkan tren-tren yang sedang berkembang sekarang, ada yang menjawab sebuah judul film, ada yang menjawab tablet, smartphone, dan lainnya. Tren menjadi topik karena tren merupakan salah satu hal yang mempengaruhi konsumen. Apalagi orang Indonesia, tren menjadi pertimbangan penting bahkan no 1 dalam membeli suatu produk. Setelah membahas tentang tren, kami membahas tentang berbagai definisi dan hal-hal yang berkaitan erat dengan perilaku konsumen.
       
 Sebelum memahami hal yang lebih jauh, ibu Mega menjelaskan apa yang dimaksud dengan konsumen?? Konsumen adalah tokoh yang melakukan pembelian untuk memperkuat perekonomian negara, sehingga di peroleh bahwa perilaku konsumen adalah perilaku mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Sedangkan yang dimaksud perilaku konsumen adalah kegiatan, tindakan, proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, saat menggunakan, menghabiskan produk, jasa, dan lain lain. Perilaku konsumen tidak hanya berhubungan dengan behavior atau perilaku. Namun juga berhubungan erat dengan psikologis konsumennya atau mental konsumennya. Adapun jenis konsumen ada yang individu dan organisasi. Perspektif riset perilaku konsumen ada 3, yaitu perspektif pengambilan keputusan rasional, perspektif eksperiensial yang berdasarkan pengalaman, kegembiraan atau emosi, serta perspektif behavioral yang didasari faktor luar sepertia pemasaran, budaya lingkungan & ekonomi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen, yaitu kegiatan pemasaran, individu konsumen, dan lingkungan (sosial,fisik). Pada pertemuan pertama ini, Pak Ujang memfokuskan pada faktor individu berupa motivasi,Motivasi adalah daya dorong dalam diri konsumen. Motivasi terjadi karena adanya kebutuhan konsumen yang menyebabkan kesenjangan baik yang dirasakan konsumen maupun yang ingin dirasakan konsumen, Kebutuhan konsumen terbagi atas dua faktor yaitu faktor pendorong (kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder) dan faktor manfaat (kebutuhan utilitarian dan kebutuhan hedonik).
       
 Demikian sedikit sharing mengenai kuliyah pertama di Perilaku Konsumen, sebagai calon pengusaha yang hebat ilmu-ilmu seperti ini tentunya akan lebih membantu saya dalam memahami dan menghadapi  calon konsumen dari produk saya. Terimaksih telah membaca coretan belajar ini, sekian and see you next time......

21 Juli 2014

Melintasi Pulau Jawa di Sepanjang Besi Kereta



Tidak terasa tingkat 2 perkuliyahan telah aku lewati, rasanya waktu ini berjalan dengan begitu cepat. Perasaan baru kemarin saya liburan semester 3 tiba-tiba dengan segera liburan semester 4 datang menyusul. Seperti semester-semester sebelumnya liburan semester ini adalah kesempatan saya untuk pulang ke rumah mengunjungi ayah dan ibu. Mungkin liburan semester ini adalah liburan yang paling panjang diaantara liburan yang sebelumnya sekaligus liburan yang paing pendek diantara liburan yang akan datang. Kenapa…??? Karena semester selanjutnaya adalah semester 5, agenda perkuliyahan wajib yang biasa dilakukakan anak AGH IPB adalah kuliyah lapang yang otomatis akan memotong waktu liburan. Sementara liburan di semester 6  terdapat KKP yang akan lebih banyak lagi memakan waktu,,, habis itu semester 7 semester yang kata kakak tingkat adalah semester dimana kita mulai disibukkan dengan skripsi.
Ada yang beda perjalanan pulang disemester ini dengan semester sebelumnya, biasanya saya pulang ke Banyuwangi bersama dengan teman-teman yang lain. Namun karena sekarang sudah bisa digolongkan tua dan memilki urusan yang berbeda-beda saya memutuskan pulang ke Banyuwangi sendiri. Semester ini bisa dikatakan saya aktif dalam kegiatan organisasi, pertama saya adalah ketua Organisasi Mahasiswa Daerah Lare Blambangan. Kedua saya adalah staf Mitra Desa BEM Faperta karena urusan inilah saya menunda kepulangan saya. Dari proses pembelian tiket sampai perjalanan pulang terdapat hal-hal yang menarik, untuk itu saya memutuskan mengabadikannya cerita tersebut dalam tulisan ini. bagaimana ceritanya,,,,, begini kawan…

Beli Tiket
Seperti yang sudah diceritakan diatas bahwa saya adalah staf Mitra Desa BEM Faperta, ada beberapa agenda BEM yang belum diselesaikan oleh karena itu saya ragu kapan tanggal yang cocok untuk pulang ke rumah. Sebenarnya liburan semester sudah dimulai tanggal 21 juni karena kegiatan tersebut memaksa saya pulang tanggal 28 juni. Sebelumnya setiap hari selalu saya chek tiket kereta api di www.tiket.com  dengan tujuan terdapat tiket yang cocok dengan tanggal kepulangan. Setiap hari saya chek terus dan hasilnya selalu masih banyak yang kosong. Nah,, akhirnya pada suatu hari saya memutuskan untuk pulang tanggal 30 juni, dengan ekspresi senang saya pergi ke salah satu agen penjualan tiket,, eh ternyata informasi yang didapat dari web tiket dengan agen penjualan berbeda jauh. Ternyata semua tiket menuju Banyuwangi sudah habis semua, langsung dek…dek ser,,,, “kok gitu,”, batinku berkata,,, padahal kan masih banyak di tiket online. Akhirnya coba melihat di tanggal sebelumnya yaitu tanggal 29,, eh ternyata sudah habis juga, ya sudahlah saya memutuskan pulang dahulu untuk melihat di tiket online. Dengan perasaan kecewa saya menuju kosan, kemudian seolah tidak percaya dengan agen tiket langsung saya buka www.tiket.com dan ternyata tiket-tiket tersebut memang sudah habis. Perasaan sedikit menyesal tapi mau bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur. Keesokan harinya saya kembali lagi ke agen tiket, karena semua tiket yang sesuai dengan keinginan sudah habis. Saya putuskan untuk mencari tiket kereta apapun yang bisa membawa pulang ke rumah. Al hasil didapat tiket kerata Krakatau dari stasiun pasar senin menuju Yogyakarta, kemudian lanjut Sritanjung dari Yogyakarta menuju Banyuwangi.

# Jangan menunda-nunda waktu meskipun itu hal yang paling sepele.

Takut Tidak Tepat
Sabtu 28 juni 2014 perjalanan melintasi pulau jawa akan dimulai, waktu itu kosan sudah sepi, semua temen satu kosan sudah pada pulang tinggal aku sama satu lagi temen. Dia juga berencana pulang hari itu juga tetapi tidak dengan kereta melainkan ia naik bus. Kereta berangkat jam 12. 20 WIB dari stasiun pasar senin, untuk itu supaya tidak ketinggalan  kereta saya berangkat dari kosan sekitar jam 8 pagi. Waktu yang diperlukan dari Bogor menuju stasiun pasar senin sekitar 2 jam lebih.  Target saya sampai di pasar senin adalah sebelum jam 11, kenapa,,,???? Karena waktu itu saya belum memegang tiket yang asli , masih dalam bentuk struk dari agen tiket dan harus ditukarkan dulu.
Dari stasiun Bogor menuju stasiun pasar senin saya naik kereta listrik (KRL). Singkat cerita KRL menuju pasar senin berangkat juga,, cuss,,,, kerata meluncur. Sebelumnya saya was-was kereta ini tidak datang tepat waktu yang dapat berakibat fatal bagi perjalanan saya. Alasannya yaitu paling lambat penukaran tiket adalah satu jam sebelum jam pemberangkatan. Setiap menit saya melihat jam, sambil mikir bisa apa tidak kereta ini datang tepat waktu. Dalam kesibukan saya was-was dengan kedatangan ketepatan kereta dan berharap kereta tetap melaju terus , kereta ini tetap saja berhenti disetiap stasiun kecil yang memperlambat kedatangan kereta. Apa boleh buat mau protes bagaimanapun tetap tidak bisa bagi saya , toh memang begitu jadwalnya.
Satu jam lebih saya berada di KRL dan tak terasa kurang satu lagi stasiun sampek dipasar senin. Dengan segera ketika KRL sampai di stasiun tersebut saya menuju di dekat pintu lengkap dengan koper yang tetap berada disamping saya. Akhirnya sampai juga KRL di stasiun pasar senin, tetapi ada yang aneh ketika KRL datang di stasiun ini, dia tidak berhenti dan cuma berjalan pelan. Dek… dek … serr….. kembali jantung ku berdetak. Pikiran pun mulai kacau bertanya-tanya “ apa mungkin KRL ini tidak berhenti di pasar senin,, terus saya bagaimana,,, ???” sementara akau lihat jam tangan sudah mendekati jam  sebelas siang.  “kalau saya telat menukarkan tiket gagal donk saya pulang ke rumah , terus saya pulang kapan???” pikiran ini terus kacau. Langsung dengan tanggap saya tanyakan ke petugas KRL , katanya sih memang benar KRL ini yang menuju pasar senin, tapi kok nyelonong begitu aja ya  di pasar senin. Akhirnya tiba di stasiun berikutnya , petugas bilang yang mau ke pasar senin turun di satsiun ini. Pikir saya “ INI KAN BUKAN PASAR SENIN”… apa boleh buat karena memang tidak tau saya ikuti aja apa kata petugas. Sampai di stasiun itu saya langsung bertanya ke satpam , dia bilang “ Tenang aja mas,, habis ini stasiun yang menuju pasar senin datang”. Lho????  “ kalau dari stasiun Bogor emang gitu harus oper KRL dulu” tambahnya.  O… ternyata begitu kawan jadi tidak ada kereta yang langsung menuju pasar senin bila  dari stasiun Bogor. Tapi saya tetap was-was karena jam tangan sudah menunjukkan pukul 11 siang. Setelah menunggu sekitar 5 menit akhirnya KRL tiba juga,, dan Cussssss menuju pasar senin. Alhamdulillah  J.

# Pelajari Medan Sebelum bepergian
TO BE CONTINUED

25 Februari 2014

Desa di Bogor dengan Desa Rumahku ( Tegalsari-BWI)



    Hari minggu tanggal 16 februari 2014 kami pengurus BEM Faperta departemen Mitra Desa berkunjung ke Desa Purwasari Kec. Dramaga Bogor. Desa Purwasari merupakan desa binaan kami dalam melaksanakan progam kerja BEM faperta setahun ke depan. Ini merupakan pengalaman yang pertama bagi saya dapat turun dan mengenal lebih tentang masyarakat yang ada di bogor , khususnya di daerah pedesaan. Perjalanan dari kampus IPB Dramaga menuju desa Purwasari sekitar 45 menit, kami menempuh perjalanan tersebut menggunakan angkot.
     Bila mendengar kata  desa bayangan pikiranku sama seperti suasana yang ada di desaku sendiri. Suasana yang sepi, tenang, nyaman,  rumah yang jarang dan penuh dengan pohon-pohon yang masih hijau. Selama ini semua desa yang ada disekitar daerahku kondisinya sama seperti apa yang saya sebutkan. Tetapi ternyata kondisi ini berbeda dengan desa yang ada di daerah Bogor, yah maksudnya desa yang saya kunjungi ini. saya disini akan mengutarakan perbedaan maupun persamaan kondisi di Bogor dengan desa di rumahku :

  • ·         Kondisi lingkungan desa dirumahku dengan desa Purwasari sangat berbeda. Rumah-rumah yang ada di desaku masih sedikit, jarak antar rumah pun masih renggang dan kebanyakan setiap rumah mempunyai pekarangan  yang cukup luas. Lain halnya dengan Desa Puwasari, di sini rumah sudah banyak dan jarak antar rumah kebanyakan saling mepet. Sehinggga hanya ssedikit rumah yang mempunyai pekarangan yang luas.

  • ·         Lahan pertanian didesaku masih cukup luas, sehingga mayoritas masyarakatnya berpencaharian sebagai petani. Sementara di desa Purwasari lahan pertanian kelihatan sedikit dan pekerjaan penduduknya beranekaragam , yang punya lahan ada yang bertani dan yang tidak punya lahan sebagian besar bekerta di kota.

  • ·         Desa didaerahku terkesan belum tertata dalam lanskap perumhannya, karena lahan disana masih cukup luas sehingga bebas bagi pemiliknya untuk untuk membangun model kondisi rumah. Sedangkan desa di Purwasari lansakap perumahannya sudah tertata rapi sepertinya sebelumnya tlah ada koordinanasi dalam penataan rumah, pekarangan, jalan maupun saluran irigasi.

  • ·         Kondisi masyrakat desa Purwasari lebih mirip dengan masyrakat yang ada di kota. Intensitas keakraban dengan tetangga lebih kecil dari pada di desakau. Jumlah warganya pun lebih banyak dibandingkan dengan warga di desaku. Meskipun jumlah warga lebih banyak, luas desa Purwasari lebih sempit dengan desa di rumahku.

     Itulah beberapa perbedaan yang saya ketahui  tentang kedua desa tersebut, mungkin masih banyak perbedaan-perbedaan maupun persamaan yang belum saya ketahui. Ini baru awal penjelahan saya di desa sekitar kampus, pastinya akan banyak lagi hal-hal yang mengejutkan serta luar biasa dari perjalanan ini.