21 Juli 2014

Melintasi Pulau Jawa di Sepanjang Besi Kereta



Tidak terasa tingkat 2 perkuliyahan telah aku lewati, rasanya waktu ini berjalan dengan begitu cepat. Perasaan baru kemarin saya liburan semester 3 tiba-tiba dengan segera liburan semester 4 datang menyusul. Seperti semester-semester sebelumnya liburan semester ini adalah kesempatan saya untuk pulang ke rumah mengunjungi ayah dan ibu. Mungkin liburan semester ini adalah liburan yang paling panjang diaantara liburan yang sebelumnya sekaligus liburan yang paing pendek diantara liburan yang akan datang. Kenapa…??? Karena semester selanjutnaya adalah semester 5, agenda perkuliyahan wajib yang biasa dilakukakan anak AGH IPB adalah kuliyah lapang yang otomatis akan memotong waktu liburan. Sementara liburan di semester 6  terdapat KKP yang akan lebih banyak lagi memakan waktu,,, habis itu semester 7 semester yang kata kakak tingkat adalah semester dimana kita mulai disibukkan dengan skripsi.
Ada yang beda perjalanan pulang disemester ini dengan semester sebelumnya, biasanya saya pulang ke Banyuwangi bersama dengan teman-teman yang lain. Namun karena sekarang sudah bisa digolongkan tua dan memilki urusan yang berbeda-beda saya memutuskan pulang ke Banyuwangi sendiri. Semester ini bisa dikatakan saya aktif dalam kegiatan organisasi, pertama saya adalah ketua Organisasi Mahasiswa Daerah Lare Blambangan. Kedua saya adalah staf Mitra Desa BEM Faperta karena urusan inilah saya menunda kepulangan saya. Dari proses pembelian tiket sampai perjalanan pulang terdapat hal-hal yang menarik, untuk itu saya memutuskan mengabadikannya cerita tersebut dalam tulisan ini. bagaimana ceritanya,,,,, begini kawan…

Beli Tiket
Seperti yang sudah diceritakan diatas bahwa saya adalah staf Mitra Desa BEM Faperta, ada beberapa agenda BEM yang belum diselesaikan oleh karena itu saya ragu kapan tanggal yang cocok untuk pulang ke rumah. Sebenarnya liburan semester sudah dimulai tanggal 21 juni karena kegiatan tersebut memaksa saya pulang tanggal 28 juni. Sebelumnya setiap hari selalu saya chek tiket kereta api di www.tiket.com  dengan tujuan terdapat tiket yang cocok dengan tanggal kepulangan. Setiap hari saya chek terus dan hasilnya selalu masih banyak yang kosong. Nah,, akhirnya pada suatu hari saya memutuskan untuk pulang tanggal 30 juni, dengan ekspresi senang saya pergi ke salah satu agen penjualan tiket,, eh ternyata informasi yang didapat dari web tiket dengan agen penjualan berbeda jauh. Ternyata semua tiket menuju Banyuwangi sudah habis semua, langsung dek…dek ser,,,, “kok gitu,”, batinku berkata,,, padahal kan masih banyak di tiket online. Akhirnya coba melihat di tanggal sebelumnya yaitu tanggal 29,, eh ternyata sudah habis juga, ya sudahlah saya memutuskan pulang dahulu untuk melihat di tiket online. Dengan perasaan kecewa saya menuju kosan, kemudian seolah tidak percaya dengan agen tiket langsung saya buka www.tiket.com dan ternyata tiket-tiket tersebut memang sudah habis. Perasaan sedikit menyesal tapi mau bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur. Keesokan harinya saya kembali lagi ke agen tiket, karena semua tiket yang sesuai dengan keinginan sudah habis. Saya putuskan untuk mencari tiket kereta apapun yang bisa membawa pulang ke rumah. Al hasil didapat tiket kerata Krakatau dari stasiun pasar senin menuju Yogyakarta, kemudian lanjut Sritanjung dari Yogyakarta menuju Banyuwangi.

# Jangan menunda-nunda waktu meskipun itu hal yang paling sepele.

Takut Tidak Tepat
Sabtu 28 juni 2014 perjalanan melintasi pulau jawa akan dimulai, waktu itu kosan sudah sepi, semua temen satu kosan sudah pada pulang tinggal aku sama satu lagi temen. Dia juga berencana pulang hari itu juga tetapi tidak dengan kereta melainkan ia naik bus. Kereta berangkat jam 12. 20 WIB dari stasiun pasar senin, untuk itu supaya tidak ketinggalan  kereta saya berangkat dari kosan sekitar jam 8 pagi. Waktu yang diperlukan dari Bogor menuju stasiun pasar senin sekitar 2 jam lebih.  Target saya sampai di pasar senin adalah sebelum jam 11, kenapa,,,???? Karena waktu itu saya belum memegang tiket yang asli , masih dalam bentuk struk dari agen tiket dan harus ditukarkan dulu.
Dari stasiun Bogor menuju stasiun pasar senin saya naik kereta listrik (KRL). Singkat cerita KRL menuju pasar senin berangkat juga,, cuss,,,, kerata meluncur. Sebelumnya saya was-was kereta ini tidak datang tepat waktu yang dapat berakibat fatal bagi perjalanan saya. Alasannya yaitu paling lambat penukaran tiket adalah satu jam sebelum jam pemberangkatan. Setiap menit saya melihat jam, sambil mikir bisa apa tidak kereta ini datang tepat waktu. Dalam kesibukan saya was-was dengan kedatangan ketepatan kereta dan berharap kereta tetap melaju terus , kereta ini tetap saja berhenti disetiap stasiun kecil yang memperlambat kedatangan kereta. Apa boleh buat mau protes bagaimanapun tetap tidak bisa bagi saya , toh memang begitu jadwalnya.
Satu jam lebih saya berada di KRL dan tak terasa kurang satu lagi stasiun sampek dipasar senin. Dengan segera ketika KRL sampai di stasiun tersebut saya menuju di dekat pintu lengkap dengan koper yang tetap berada disamping saya. Akhirnya sampai juga KRL di stasiun pasar senin, tetapi ada yang aneh ketika KRL datang di stasiun ini, dia tidak berhenti dan cuma berjalan pelan. Dek… dek … serr….. kembali jantung ku berdetak. Pikiran pun mulai kacau bertanya-tanya “ apa mungkin KRL ini tidak berhenti di pasar senin,, terus saya bagaimana,,, ???” sementara akau lihat jam tangan sudah mendekati jam  sebelas siang.  “kalau saya telat menukarkan tiket gagal donk saya pulang ke rumah , terus saya pulang kapan???” pikiran ini terus kacau. Langsung dengan tanggap saya tanyakan ke petugas KRL , katanya sih memang benar KRL ini yang menuju pasar senin, tapi kok nyelonong begitu aja ya  di pasar senin. Akhirnya tiba di stasiun berikutnya , petugas bilang yang mau ke pasar senin turun di satsiun ini. Pikir saya “ INI KAN BUKAN PASAR SENIN”… apa boleh buat karena memang tidak tau saya ikuti aja apa kata petugas. Sampai di stasiun itu saya langsung bertanya ke satpam , dia bilang “ Tenang aja mas,, habis ini stasiun yang menuju pasar senin datang”. Lho????  “ kalau dari stasiun Bogor emang gitu harus oper KRL dulu” tambahnya.  O… ternyata begitu kawan jadi tidak ada kereta yang langsung menuju pasar senin bila  dari stasiun Bogor. Tapi saya tetap was-was karena jam tangan sudah menunjukkan pukul 11 siang. Setelah menunggu sekitar 5 menit akhirnya KRL tiba juga,, dan Cussssss menuju pasar senin. Alhamdulillah  J.

# Pelajari Medan Sebelum bepergian
TO BE CONTINUED