Tidak
terasa tingkat 2 perkuliyahan telah aku lewati, rasanya waktu ini berjalan
dengan begitu cepat. Perasaan baru kemarin saya liburan semester 3 tiba-tiba
dengan segera liburan semester 4 datang menyusul. Seperti semester-semester
sebelumnya liburan semester ini adalah kesempatan saya untuk pulang ke rumah
mengunjungi ayah dan ibu. Mungkin liburan semester ini adalah liburan yang
paling panjang diaantara liburan yang sebelumnya sekaligus liburan yang paing
pendek diantara liburan yang akan datang. Kenapa…??? Karena semester
selanjutnaya adalah semester 5, agenda perkuliyahan wajib yang biasa
dilakukakan anak AGH IPB adalah kuliyah lapang yang otomatis akan memotong
waktu liburan. Sementara liburan di semester 6
terdapat KKP yang akan lebih banyak lagi memakan waktu,,, habis itu
semester 7 semester yang kata kakak tingkat adalah semester dimana kita mulai
disibukkan dengan skripsi.
Ada
yang beda perjalanan pulang disemester ini dengan semester sebelumnya, biasanya
saya pulang ke Banyuwangi bersama dengan teman-teman yang lain. Namun karena
sekarang sudah bisa digolongkan tua dan memilki urusan yang berbeda-beda saya
memutuskan pulang ke Banyuwangi sendiri. Semester ini bisa dikatakan saya aktif
dalam kegiatan organisasi, pertama saya adalah ketua Organisasi Mahasiswa
Daerah Lare Blambangan. Kedua saya adalah staf Mitra Desa BEM Faperta karena
urusan inilah saya menunda kepulangan saya. Dari proses pembelian tiket sampai
perjalanan pulang terdapat hal-hal yang menarik, untuk itu saya memutuskan
mengabadikannya cerita tersebut dalam tulisan ini. bagaimana ceritanya,,,,,
begini kawan…
Beli Tiket
Seperti yang sudah diceritakan diatas
bahwa saya adalah staf Mitra Desa BEM Faperta, ada beberapa agenda BEM yang
belum diselesaikan oleh karena itu saya ragu kapan tanggal yang cocok untuk
pulang ke rumah. Sebenarnya liburan semester sudah dimulai tanggal 21 juni
karena kegiatan tersebut memaksa saya pulang tanggal 28 juni. Sebelumnya setiap
hari selalu saya chek tiket kereta api di www.tiket.com dengan tujuan terdapat tiket yang cocok dengan
tanggal kepulangan. Setiap hari saya chek terus dan hasilnya selalu masih
banyak yang kosong. Nah,, akhirnya pada suatu hari saya memutuskan untuk pulang
tanggal 30 juni, dengan ekspresi senang saya pergi ke salah satu agen penjualan
tiket,, eh ternyata informasi yang didapat dari web tiket dengan agen penjualan
berbeda jauh. Ternyata semua tiket menuju Banyuwangi sudah habis semua,
langsung dek…dek ser,,,, “kok gitu,”, batinku berkata,,, padahal kan masih
banyak di tiket online. Akhirnya coba melihat di tanggal sebelumnya yaitu
tanggal 29,, eh ternyata sudah habis juga, ya sudahlah saya memutuskan pulang
dahulu untuk melihat di tiket online. Dengan perasaan kecewa saya menuju kosan,
kemudian seolah tidak percaya dengan agen tiket langsung saya buka www.tiket.com
dan ternyata tiket-tiket tersebut memang sudah habis. Perasaan sedikit menyesal
tapi mau bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur. Keesokan harinya saya kembali
lagi ke agen tiket, karena semua tiket yang sesuai dengan keinginan sudah habis.
Saya putuskan untuk mencari tiket kereta apapun yang bisa membawa pulang ke
rumah. Al hasil didapat tiket kerata Krakatau dari stasiun pasar senin menuju
Yogyakarta, kemudian lanjut Sritanjung dari Yogyakarta menuju Banyuwangi.
#
Jangan menunda-nunda waktu meskipun itu hal yang paling sepele.
Takut Tidak Tepat
Sabtu 28 juni 2014 perjalanan melintasi
pulau jawa akan dimulai, waktu itu kosan sudah sepi, semua temen satu kosan
sudah pada pulang tinggal aku sama satu lagi temen. Dia juga berencana pulang
hari itu juga tetapi tidak dengan kereta melainkan ia naik bus. Kereta
berangkat jam 12. 20 WIB dari stasiun pasar senin, untuk itu supaya tidak
ketinggalan kereta saya berangkat dari
kosan sekitar jam 8 pagi. Waktu yang diperlukan dari Bogor menuju stasiun pasar
senin sekitar 2 jam lebih. Target saya
sampai di pasar senin adalah sebelum jam 11, kenapa,,,???? Karena waktu itu
saya belum memegang tiket yang asli , masih dalam bentuk struk dari agen tiket
dan harus ditukarkan dulu.
Dari stasiun Bogor menuju stasiun pasar
senin saya naik kereta listrik (KRL). Singkat cerita KRL menuju pasar senin
berangkat juga,, cuss,,,, kerata meluncur. Sebelumnya saya was-was kereta ini
tidak datang tepat waktu yang dapat berakibat fatal bagi perjalanan saya.
Alasannya yaitu paling lambat penukaran tiket adalah satu jam sebelum jam
pemberangkatan. Setiap menit saya melihat jam, sambil mikir bisa apa tidak
kereta ini datang tepat waktu. Dalam kesibukan saya was-was dengan kedatangan
ketepatan kereta dan berharap kereta tetap melaju terus , kereta ini tetap saja
berhenti disetiap stasiun kecil yang memperlambat kedatangan kereta. Apa boleh
buat mau protes bagaimanapun tetap tidak bisa bagi saya , toh memang begitu
jadwalnya.
Satu jam lebih saya berada di KRL dan tak
terasa kurang satu lagi stasiun sampek dipasar senin. Dengan segera ketika KRL
sampai di stasiun tersebut saya menuju di dekat pintu lengkap dengan koper yang
tetap berada disamping saya. Akhirnya sampai juga KRL di stasiun pasar senin,
tetapi ada yang aneh ketika KRL datang di stasiun ini, dia tidak berhenti dan
cuma berjalan pelan. Dek… dek … serr….. kembali jantung ku berdetak. Pikiran
pun mulai kacau bertanya-tanya “ apa mungkin KRL ini tidak berhenti di pasar
senin,, terus saya bagaimana,,, ???” sementara akau lihat jam tangan sudah
mendekati jam sebelas siang. “kalau saya telat menukarkan tiket gagal donk
saya pulang ke rumah , terus saya pulang kapan???” pikiran ini terus kacau.
Langsung dengan tanggap saya tanyakan ke petugas KRL , katanya sih memang benar
KRL ini yang menuju pasar senin, tapi kok nyelonong begitu aja ya di pasar senin. Akhirnya tiba di stasiun
berikutnya , petugas bilang yang mau ke pasar senin turun di satsiun ini. Pikir
saya “ INI KAN BUKAN PASAR SENIN”… apa boleh buat karena memang tidak tau saya
ikuti aja apa kata petugas. Sampai di stasiun itu saya langsung bertanya ke
satpam , dia bilang “ Tenang aja mas,, habis ini stasiun yang menuju pasar
senin datang”. Lho???? “ kalau dari
stasiun Bogor emang gitu harus oper KRL dulu” tambahnya. O… ternyata begitu kawan jadi tidak ada
kereta yang langsung menuju pasar senin bila
dari stasiun Bogor. Tapi saya tetap was-was karena jam tangan sudah
menunjukkan pukul 11 siang. Setelah menunggu sekitar 5 menit akhirnya KRL tiba
juga,, dan Cussssss menuju pasar senin. Alhamdulillah J.
#
Pelajari Medan Sebelum bepergian
TO BE CONTINUED
