17 Desember 2013

mencoba untuk share



LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR PROTEKSI TANAMAN
PENGUKURAN PENYAKIT : PENGHITUNGAN INTENSITAS PENYAKIT


Oleh :
Moh. Arif Furqon
A24120137

Dosen :
Ir. Ivonne O Sumarau M.Si






DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Hambatan yang terjadi dalam pengembangan tanaman adalah adanya gangguan hama dan penyakit baik dilapangan maupun setelah dipanen. Timbulnya gejala penyakit disebabkan karena adanya interaksi antara tanaman inang dan patogen. Penamaan gejala penyakit dapat didasarkan kepada tanda penyakit, perubahan bentuk, tanaman, pertumbuhan tanaman dan sebagainya.
Sebagai akibat terganggunya pertumbuhan tanaman oleh penyakit, maka akan terjadi perubahan pada tanaman dalam: bentuk, ukuran, warna, tekstur dan lain-lain. Perubahan tersebut seringkali merupakan gejala yang khas untuk penyakit tertentu.. Sering kali patogen penyebab penyakit tersebut dapat ditemukan pada jaringan yang terserang (internal) atau pada bagian permukan jaringan (eksternal) dalam bentuk tubuh buah, sclerotium dan sebagainya.
Penentuan besarnya intensitas penyakit dalam suatu tanaman cenderung bersifat subyektif, antara ahli yang satu dengan ahli yang lainnya atau antara daerah yang satu dengan daerah yang lain cenderung tidak sama dalam menentukan tingkat keparahan suatu tanaman tertentu. Data yang bersifat kuantitatif sangat diperlukan dalam berbagai kepentingan terutama untuk kepentingan pengelolaan/pengendalian penyakit pada tanaman. Besarnya atau intensitas penyakit tanaman dapat dinyatakan dengan istilah kejadian penyakit dan keparahan penyakit. Penyakit-penyakit yang gejala dan akibatnya bervariasi, maka intensitas penyakit dinyatakan dengan keparahan penyakit. Pengukuran keparahan penyakit biasanya dilakukan pada penyakit bercak dan karat pada daun (Djafarudin, 2001).


1.2  Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1.      Mengetahui seberapa besar  kejadian  penyakit bercak pada daun singkong yang disebabkan oleh Cercospora
2.      Mengetahui tingkat keparahan penyakit bercak pada daun singkong yang disebabkan oleh Cercospora
3.      Mengetahui cara pengendalian yang tepat penyakit Cercospora  pada daun singkong.


BAB II
BAHAN DAN METODE
2.1   Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah 70 helai daun singkong sedangkan alat yang digunakan adalah alat tulis dan kalkulator.

2.2   Metode
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan langsung seberapa banyak jumlah bercak atau penyakit yang ada pada daun singkong. Kemudian membedakan tingkat keparahannya dengan mengelompokkan kedalam skor-skor tertentu. Langkah-langkah dalam menghitung menggunakan metode scoring yaitu, pertama ambil sample daun singkong yang sakit 10 lembar daun. Amati luas serangan yang terjadi pada tiap daun, nyatakan luas serangan tadi dalam bentuk persen. Kemudian beri skor sesuai dengan rentang nilai dari table skor. Pengamatan dan pemberian skor dilakukan pada setiap daun singkong.  Setelah keseluruhan daun diberi skor, lalu hitung keparahan penyakit. Metode perhitungan dengan proporsi langsung juga diawali dengan menghitung persentase luas daun yang terserang bercak. Keseluruhan  daun singkong diamati dan ditentukan persentase luas bercaknya satu per satu.





  
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Hasil Pengamatan
Daun ke-
Pengamatan kerusakan penyakit
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
Ulangan 4
Ulangan 5
Ulangan 6
Ulangan 7
%
Skor
%
Skor
%
Skor
%
Skor
%
Skor
%
Skor
%
Skor
1
1
1
0
0
20
3
4
1
3
1
5
1
30
4
2
6
2
2
1
2
1
3
1
2
1
30
4
15
3
3
5
1
4
1
5
1
3
1
0
0
10
2
5
1
4
10
2
6
2
30
4
3
1
1
1
15
3
10
2
5
0
0
4
1
15
3
5
1
6
2
15
3
5
1
6
30
4
3
1
1
1
0
0
30
4
5
1
9
2
7
3
1
8
2
26
4
2
1
15
3
5
1
14
3
8
7
2
5
1
5
1
0
0
16
3
0
0
13
3
9
4
1
12
3
45
5
3
1
7
2
3
1
2
1
10
11
3
40
4
10
2
3
1
4
1
2
1
2
1
∑ n x v
17
16
25
8
18
17
21
N x V
60
60
60
60
60
60
60
Severitas Penyakit
28.33%
26.67%
41.67%
13.33%
30%
28.33%
35 %
Rata-rata Severitas Penyakit
29.05 %
Tabel Pengamatan Perhitungan Severitas Penyakit Bercak Cercospora pada daun singkong

Perhitungan kejadian penyakit pada kelompok satu:
                     Insidensi penyakit =  x 100 %
                                                   =  x 100 %
                                                   = 90 %


Perhitungan severitas penyakit:
1.      Severitas penyakit ulangan 1=  x 100%
                                     =
                                       =  x100% = 28.33 %
2.      Severitas penyakit ulangan 2 =  x100%
                                               =  x100% = 26.67%
3.      Severitas penyakit ulangan 3 =  x 100%
                                               =  x100% = 41.67%
4.      Severitas penyakit ulangan 4 =   x 100%
                                               =  x100% = 13.33%
5.      Severitas penyakit ulangan 5 =  x 100%
                                               =  x100% = 30%
6.      Severitas penyakit ulangan 6 =  x 100%
                                               =  x100% = 28.33%
7.      Severitas penyakit ulangan 7 =  x 100%
                                               =  x100% = 35%

3.2     Pembahasan
.
Pengukuran penyakit sering kali masih bersifat subjektif sehingga dalam mengkuantitatifkan penyakit perlu dibuat standar diagram yang spesifik untuk masing-masing jenis tanaman, patogen, penyakit, lokasi dan bagian tanaman yang terserang, misalnya daun muda, daun tua, atau keseluruhan daun (Sinaga, 2006). Diseases severity (DS) atau intensitas penyakit adalah proporsi area tanaman yang rusak atau dikenai gejala penyakit karena serangan patogen dalam satu tanaman. Intensitas penyakit merupakan ukuran berat-ringannya tingkat kerusakan tanaman oleh suatu penyakit baik pada populasi atau individu tanaman (Adnan, 2009). Sedangkan kejadian penyakit (KiP) adalah persentase jumlah tanaman yang terserang patogen (n) dari total tanaman yang diamati (N).
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui seberapa parah intensitas penyakit yang ada pada suatu area tanam dan menentukan tingkat serangan pertanaman dalam populasi. Oleh karena itu, terdapat beberapa metode untuk menghitung tingkat intesitas atau keparahan penyakit. Salah satu metode yang digunakan adalah metode kelas serangan (scoring). Metode ini cocok digunakan untuk penyakit-penyakit yang menunjukkan gejala parsial (tidak sistemik) contohnya bercak daun, dll. Pada metode serangan atau skoring menggunakan pembagian kelas atau skor dalam menilai skala kerusakan tanaman. Terdapat lima kelas ditambah satu kelas yaitu 0. Pada daun singkong yang diamati, penilaian tergantung dari seberapa luas (%) permukaan daun yang terserang bercak lalu diberi skor sesuai dengan selang nilai kelas serangannya.
Pada praktikum ini praktikan mengamati daun singkong yang terkena penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora heningsii. Gejala yang diakibatkan penyakit ini adalah adanya bercak kecoklatan yang tampak jelas. Bercak tampak pada sisi atas dan sisi bawah daun singkong, pada sisi bawah daun bercak kurang jelas dan ditengah terdapat warna keabu-abuan yang merupakan konodiofor dan konodium jamur. Bercak berbentuk bulat dengan garis tengah 3-12 mm dengan bentuk agak bersudut-sudut dan kurang teratur karena dibatasi oleh tepi daun atau tulang-tulang daun. Menurut hasil pengamtan kejadian penyakit yang terdapat pada daun singkong dari kelompok 1 adalah 90% sedangkan severitas penyakitnya adalah 28.33%. dari hasil pengamatan rata-rata severitas penyakit yang didapat dari satu kelas praktikum adalah 29.05 %, hasil tersebut menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang terdapat pada daun singkong.













BAB IV
KESIMPULAN
Kejadian penyakit dan keparahan penyakit untuk tiap tanaman berbeda-beda. Hal ini tergantung pada varietas dan ketahanan dari tumbuhan. Keparahan penyakit bercak daun pada daun singkong  disebabkan oleh Cercospora heningsii. Kejadian penyakit pada daun singkong adalah 905 sedangkan tingkat keparahannya adalah 29.05%.




DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008. Penyakit-Penyakit Penting Tanaman Kacang Tanah. [terhubung berkala]. http://kliniktanaman.blogspot.com/2008/12/penyakit-penyakit-penting-tanaman kacang tanah.html.[10 Desember 2013].
Djafarudin. 2001. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman (Umum). Bumi Aksara.     Jakarta
Semangun, Haryono. 1996. Penyakit-penyakit Tanaman Pangan Di Indonesia.                                                         Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar